Proses pengadaan barang dan jasa di pemerintah daerah merupakan salah satu sektor yang rawan penyimpangan. Praktik manipulasi harga, kolusi antara pihak internal dan penyedia, hingga dokumen fiktif sering terjadi jika pengawasan lemah. Untuk itu, Asosiasi Auditor Forensik Indonesia (AAFI) Pelalawan hadir sebagai lembaga profesional yang berfokus pada penguatan pengawasan pengadaan melalui audit forensik, edukasi, dan inovasi teknologi.
AAFI Pelalawan memahami bahwa pengadaan melibatkan alur yang kompleks, mulai dari perencanaan kebutuhan, penyusunan spesifikasi teknis, proses tender, penunjukan pemenang, hingga serah terima barang. Kompleksitas ini meningkatkan risiko penyimpangan apabila pengawasan tidak berjalan optimal. Dengan pendekatan audit forensik, AAFI membantu mendeteksi indikasi fraud, menilai integritas vendor, dan memastikan proses pengadaan sesuai prinsip transparansi dan regulasi yang berlaku.
Salah satu strategi utama adalah pemanfaatan sistem pengadaan elektronik. Sistem ini mencatat seluruh tahapan tender dan transaksi secara digital sehingga jejak setiap aktivitas dapat ditelusuri. Dengan data digital, auditor dapat mendeteksi pola transaksi yang mencurigakan, perubahan dokumen, atau penggunaan vendor yang sama secara berulang, sehingga kolusi dan manipulasi dapat diminimalkan.
Selain teknologi, AAFI Pelalawan juga mengadakan pelatihan bagi pejabat pengadaan dan staf terkait. Materi pelatihan mencakup standar operasional LKPP, teknik audit internal pengadaan, pengenalan risiko, serta praktik terbaik untuk mencegah penyimpangan. Aparatur yang terlatih lebih mampu melakukan pengawasan internal, mengidentifikasi risiko, dan memastikan setiap proses pengadaan berjalan sesuai aturan.
Kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci keberhasilan strategi ini. AAFI bekerja sama dengan inspektorat, BPKP, kepolisian, dan lembaga penegak hukum untuk memastikan temuan audit ditindaklanjuti sesuai prosedur. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat mekanisme pengawasan, tetapi juga memberikan efek jera bagi pihak yang mencoba melakukan penyimpangan.
AAFI Pelalawan juga mendorong implementasi whistleblowing system yang aman bagi pegawai dan masyarakat. Sistem ini memungkinkan pelaporan indikasi penyimpangan secara anonim dan terlindungi, sehingga potensi kecurangan dapat segera diungkap. Dengan dukungan masyarakat dan aparatur berintegritas, pengawasan pengadaan barang dan jasa menjadi lebih kuat dan efektif.
Kesimpulannya, AAFI Pelalawan memainkan peran strategis dalam menciptakan proses pengadaan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Melalui audit forensik, pelatihan SDM, pemanfaatan teknologi, sistem whistleblowing, dan kolaborasi lintas lembaga, setiap proses pengadaan di Pelalawan dapat berjalan sesuai aturan, risiko penyimpangan diminimalkan, dan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah meningkat secara signifikan.